Scroll to continue reading
HATI-HATI! Toko “Official” di Shopee Jual Whey Protein Diduga Palsu, Komplain Cuma Dapat Voucher Rp350 Ribu

HATI-HATI! Toko “Official” di Shopee Jual Whey Protein Diduga Palsu, Komplain Cuma Dapat Voucher Rp350 Ribu

Kepada Yth.
Direksi PT Shopee International Indonesia
di Tempat

Dengan hormat,

Perkenalkan, nama saya Johni, warga Jakarta Barat. Melalui surat ini saya ingin menyampaikan keluhan serius terkait pengalaman buruk yang saya alami di platform Shopee. Saya berharap keluhan ini dapat ditindaklanjuti secara langsung oleh pihak direksi, bukan sekadar ditangani oleh CS biasa yang jawabannya sering kali mengecewakan.

Pada tanggal 26 Juli 2026, saya memesan susu whey protein merek ON melalui aplikasi Shopee dari toko bernama “ID Optimum Nutrition Shop”. Toko ini terlihat sangat meyakinkan. Logo-logo resmi terpasang rapi, sehingga saya sempat mengira ini adalah toko official. Pesanan saya diterima keesokan harinya, 27 Juli. Dari luar, kemasannya terlihat bagus dan normal. Karena stok susu lama saya masih ada, saya belum langsung membuka dan meminumnya.

Barulah pada malam tanggal 30 Juli saya membuka kemasan tersebut dan mencoba mengonsumsinya. Langsung terasa aneh. Rasanya jauh berbeda dari whey ON yang biasa saya minum. Baunya pun mencurigakan. Sebagai konsumen yang sudah lama mengonsumsi produk ini, saya yakin betul ada yang tidak beres. Entah barangnya rusak, atau lebih buruk lagi, ini produk palsu.

Saya langsung komplain ke penjual. Jawabannya aneh sekali, seperti hasil terjemahan Google Translate yang kaku dan tidak natural. Bukan jawaban orang Indonesia asli. Karena tidak puas, saya segera mengajukan komplain ke Shopee. Setelah menjelaskan panjang lebar, pengajuan saya ditolak dengan alasan dana sudah diteruskan ke penjual. Dari nilai barang sekitar satu juta rupiah, saya hanya ditawari voucher senilai Rp350.000. Jauh dari cukup untuk menutup kerugian.

Yang lebih menyakitkan, setelah saya telusuri, ternyata keluhan serupa tentang toko ini sudah banyak beredar sejak lama. Banyak pembeli lain yang juga merasa mendapat barang diduga palsu. Namun hingga hari ini, toko tersebut masih tetap beroperasi. Bahkan saat saya menulis surat ini, masih ada korban baru yang menyampaikan keluhan. Saya sempat bertanya kepada pihak Shopee mengapa toko ini masih dibiarkan buka, tapi tidak ada jawaban yang memuaskan.

Pertanyaan saya sederhana saja. Apakah Shopee memang sengaja membiarkan penjualan barang yang diduga palsu di platformnya? Apakah pihak perusahaan tidak merasa perlu bertanggung jawab atas pembiaran ini? Bagaimana jika suatu hari ada korban yang mengalami gangguan kesehatan serius karena mengonsumsi produk palsu tersebut? Apakah Shopee hanya akan memberikan voucher promo untuk papan bunga duka cita?

Saya sangat berharap direksi Shopee dapat meninjau kasus ini secara serius, menutup toko yang bermasalah, dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi konsumen. Jangan sampai platform besar seperti Shopee justru menjadi tempat aman bagi penjual barang diduga palsu.

Demikian surat keluhan ini saya sampaikan. Atas perhatian dan tindak lanjutnya, saya ucapkan terima kasih.

Hormat saya,
Johni
Jakarta Barat

Post a Comment
TULIS KOMENTAR