Shopee Lindungi Penjual Nakal? Refund Rp810 Ribu Ditahan Meski Bukti Sudah Jelas dan Penjual Akui Salah
Kepada Yth.
Direksi PT Shopee International Indonesia
Dan Tim Mediasi Shopee
Dengan hormat,
Saya, Muhammad Faiq, konsumen Shopee yang berdomisili di Depok, Jawa Barat, menyampaikan keluhan resmi ini dengan penuh kekecewaan terhadap penanganan sengketa nomor kasus 2607120E6SU9BWU. Dana refund saya sebesar Rp810.500 hingga saat ini masih ditahan tanpa kepastian, padahal seluruh bukti sudah jelas menunjukkan kelalaian di pihak penjual.
Berikut kronologi singkat yang saya alami:
Pada awal Juli 2026, saya membeli satu unit RAM laptop/AIO merek Samsung seharga Rp810.500 dari toko Star+ “Raja Ram Nusantara”. Barang sampai pada tanggal 11 Juli 2026. Setelah saya pasang dengan benar sesuai prosedur, perangkat langsung mengalami malfungsi sistem yang fatal. Hasil pemeriksaan resmi menggunakan Windows Memory Diagnostic Tool secara tegas menyatakan: “Hardware problems were detected”.
Saat saya konfirmasi melalui chat, pihak toko secara terbuka mengakui bahwa RAM Samsung yang mereka jual memang sering tidak kompatibel dan sudah banyak menerima komplain serupa, terutama pada perangkat merek Advan. Namun, informasi krusial ini sama sekali tidak dicantumkan di deskripsi produk saat saya membeli. Ini jelas merupakan kelalaian informasi yang merugikan konsumen.
Sesuai prosedur Shopee, saya langsung mengajukan retur. Barang telah diterima kembali dalam kondisi utuh oleh penjual sejak tanggal 13 Juli 2026 melalui SPX Express. Bukannya menyelesaikan secara profesional, toko justru mengulur waktu hingga detik-detik terakhir batas waktu sistem, lalu menolak refund dengan alasan klise “kemasan sudah dibuka”. Alasan yang sangat tidak masuk akal untuk komponen elektronik seperti RAM, yang memang harus dibuka dan dipasang terlebih dahulu agar bisa diketahui berfungsi atau tidak.
Yang lebih mengecewakan adalah sikap Tim Mediasi Shopee. Sejak 15 Juli 2026 saya sudah mengunggah seluruh bukti digital — mulai dari hasil Windows Memory Diagnostic hingga chat pengakuan kelalaian dari toko — di ruang diskusi. Namun hingga melewati batas waktu yang dijanjikan sendiri oleh sistem (20 Juli 2026), Shopee hanya membalas dengan template otomatis dan terus mengulur validasi. Dana saya ditahan tanpa kejelasan, sementara kesalahan mutlak ada di pihak penjual.
Melalui surat terbuka ini, saya menuntut manajemen Shopee tingkat atas untuk segera turun tangan. Selesaikan sengketa ini secara adil dan cairkan dana saya sepenuhnya tanpa penundaan lagi. Jangan biarkan ekosistem Shopee menjadi tempat perlindungan bagi penjual yang tidak bertanggung jawab dan mengorbankan pembeli yang jujur.
Saya berharap keluhan ini mendapat perhatian serius dan dipublikasikan agar menjadi pelajaran bersama, sekaligus mendorong perbaikan sistem mediasi Shopee ke depan.
Atas perhatian dan tindak lanjutnya, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Muhammad Faiq
Depok, Jawa Barat
Juli 2026




